UMKM

Brem

Brem merupakan salah satu produk UMKM unggulan Desa Kaliabu yang lahir dari kearifan lokal dan keahlian turun-temurun masyarakat dalam mengolah beras ketan. Makanan tradisional khas Jawa ini dikenal dengan cita rasanya yang unik—manis, sedikit asam, dan lembut saat dikunyah.

Brem tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga simbol kesabaran dan ketelatenan, karena proses pembuatannya membutuhkan waktu panjang serta ketelitian di setiap tahap.

  1. Proses pembuatan brem
    Pertama ketan di cuci hingga bersih dan selanjutnya direndam dengan menggunakan air selama 30 menit.
  2. Ketan yang sudah di rendam kemudian di kukus selama kkurang lebih 2 jam.
  3. Ketan yang sudah di kukus di didinginkan hingga dingin selanjutnya di beri ragi untuk fermentasi menjadi tape selama 1 minggu.
  4. Ketan yang sudah menjadi tape kemudian di press atau di peras untuk diambil sari nya.
  5. Sari yang dihasilkan dari tape ketan kemudian di rebus kurang lebih 30 menit hingga mengental dan berubah warna menjadi kuning kecoklatan.
  6. Setelah itu sari ketan tersebut di mixer hingga kental berjejak berwarna putih.
  7. Kemudian di cetak di papan sambil dipadatkan selama satu malam.
  8. Adonan yang sudah mengeras kemudian di potong sesuai ukuran yang dibutuhkan.
  9. Kemudian potongan brem yang sudah jadi di keringkan menggunakan sinar matahari atau oven Listrik. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dan sebagai pengawet alami agar brem tahan lama.
  10. Brem siap untuk di packing sesuai dengan permintaan konsumen.
    Brem siap di pasarkan.

Madu Mongso

Madu Mongso merupakan salah satu kuliner tradisional khas Jawa Timur yang dikenal dengan rasa manis legit, tekstur kenyal, serta aroma fermentasi yang khas. Makanan ini berbahan dasar ketan yang diolah melalui proses panjang hingga menghasilkan cita rasa unik yang tidak ditemukan pada jajanan modern. Madu Mongso bukan sekadar camilan, melainkan representasi kearifan lokal yang mencerminkan kesabaran, ketelitian, dan keahlian masyarakat dalam mengolah bahan pangan secara alami.

Di Desa Kaliabu, Madu Mongso menjadi salah satu produk UMKM yang terus dijaga kualitas dan keasliannya. Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional, dimulai dari pengolahan ketan yang difermentasi hingga menghasilkan tape, kemudian dimasak perlahan bersama gula dan bahan alami lainnya hingga mencapai kekentalan dan warna yang khas. Tahapan ini membutuhkan ketelatenan tinggi, karena tekstur dan rasa Madu Mongso sangat ditentukan oleh ketepatan waktu, suhu, dan konsistensi pengadukan.

Produk Madu Mongso UMKM Desa Kaliabu biasanya dibungkus dengan kertas minyak atau kemasan sederhana yang tetap menjaga kebersihan dan daya tahan produk. Rasanya yang manis, legit, dan sedikit asam menjadikan Madu Mongso cocok sebagai camilan, suguhan tamu, maupun oleh-oleh khas desa. Dengan cita rasa autentik dan proses produksi yang terjaga, Madu Mongso Desa Kaliabu tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi pelaku UMKM, tetapi juga berperan sebagai warisan kuliner lokal yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Scroll to Top